Manfaat rehabilitasi terumbu karang di Taman Nasional Kepulauan Seribu makin penting dibahas karena kerusakan terus meningkat. Kawasan ini memiliki nilai ekologis tinggi, menjadi rumah bagi ribuan spesies laut seperti ikan hias, penyu, moluska, dan tumbuhan laut.

Menurut Data dari Kompas.com. Pada tahun 2009 kerusakan terumbu karang di Kepulauan Seribu mencapai 60 persen atau setara dengan 4.570 hektar. Ada berbagai faktor yang menyebabkan kerusakan itu, diantaranya, cemaran lingkungan, penggunaan jaring nelayan yang tidak sesuai, pembangunan berbagai sarana, hingga kegiatan wisata.

Pemulihan Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati Laut

Pemulihan Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati Laut

Manfaat rehabilitasi terumbu karang sangat terasa dalam memperbaiki habitat laut. Program transplantasi karang yang dilakukan di beberapa titik berhasil menumbuhkan koloni baru pada substrat buatan.

Pertumbuhan karang hasil transplantasi rata-rata mencapai 1 hingga 3 sentimeter per tahun. Karang-karang muda yang tumbuh menciptakan kembali struktur fisik yang menopang kehidupan laut.

Metode lain yang digunakan adalah teknologi biorock, yakni menggunakan listrik rendah untuk membantu pengendapan mineral dari air laut. Teknik ini terbukti mendorong pertumbuhan karang lebih cepat hingga 4 sentimeter dalam dua tahun.

Selain itu, fish shelter dari beton turut diletakkan di dasar laut sebagai tempat pembesaran ikan. Dengan hadirnya habitat yang lebih layak, populasi ikan meningkat dan rantai makanan laut kembali seimbang.

Rehabilitasi Terumbu Karang dan Dampaknya pada Ekonomi Lokal

Manfaat rehabilitasi terumbu karang tidak hanya dirasakan oleh ekosistem laut, tetapi juga oleh masyarakat pesisir. Terumbu karang yang sehat adalah tempat ideal untuk pemijahan ikan. Populasi ikan yang meningkat berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan.

Kegiatan wisata bahari juga ikut terdorong. Wisatawan datang untuk menyelam dan melihat keindahan bawah laut yang pulih. Ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menjalankan usaha sewa alat snorkeling, transportasi laut, hingga penginapan.

Salah satu program yang berkontribusi besar adalah adopsi koral yang digagas oleh komunitas Smiling Coral Indonesia. Wisatawan dapat mendanai penanaman karang sekaligus menerima laporan pertumbuhan karang setiap tiga bulan.

Jika Anda ingin merasakan langsung keindahan laut sambil mendukung pelestarian lingkungan, tersedia berbagai paket wisata keluarga ke Tidung Lagoon yang nyaman dan edukatif. Cocok untuk pengalaman liburan yang penuh makna.

Edukasi Lingkungan dan Perubahan Perilaku Masyarakat

Manfaat rehabilitasi terumbu karang juga terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian laut. Program edukasi dan pelibatan warga dalam transplantasi karang memicu rasa tanggung jawab kolektif.

Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan laut, tetapi juga belajar cara merawatnya. Mereka diajarkan dampak dari membuang sampah, penggunaan sunblock berbahan kimia, hingga pentingnya tidak menyentuh karang saat menyelam.

Program ini membantu menekan perilaku merusak lingkungan yang sering terjadi secara tidak sadar. Edukasi sederhana namun konsisten mampu mengubah kebiasaan negatif menjadi dukungan nyata terhadap konservasi.

Dengan makin banyak pihak yang terlibat, rehabilitasi menjadi gerakan bersama. Manfaat rehabilitasi terumbu karang pun meluas, dari sekadar pemulihan ekosistem menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir.

Ikuti dan terhubung langsung melalui: Facebook Tidung Lagoon dan Twitter/X Tidung Lagoon untuk informasi terkini tentang program konservasi dan wisata edukatif di Kepulauan Seribu.