Garam adalah bumbu dapur yang tak tergantikan. Keberadaannya esensial untuk cita rasa masakan. Selain itu, garam pun menyimpan banyak manfaat. Mineral penting terkandung di dalamnya.

Konsumsi garam harus bijak. Jumlah yang dianjurkan perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan bisa berakibat buruk. Namun, tetap penting bagi tubuh. Ia juga digunakan sebagai pengawet.

Manfaat Utama dan Batasan Asupan Garam

Mengandung mineral vital seperti yodium dan natrium. Kedua mineral ini penting bagi fungsi tubuh. Kekurangan yodium dapat memicu masalah tiroid. Gejalanya termasuk kelelahan dan sulit konsentrasi.

Asupan cukup natrium mencegah tekanan darah rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing. Bahkan bisa sampai pingsan. Natrium juga menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ia mencegah dehidrasi. Tabel di bawah menunjukkan rekomendasi asupan harian:

UsiaAsupan Garam Harian (maksimal)
Bayi < 1 tahun< 1 gram
Anak 1-3 tahun2 gram (0,8 gram natrium)
Anak 4-6 tahun3 gram (1,2 gram natrium)
Anak 7-10 tahun5 gram (2 gram natrium)
Remaja & Dewasa6 gram (1 sendok teh)
Penderita Jantung1,5 gram

Ekspor ke Spreadsheet

Berkumur air garam mengurangi gatal dan juga bantu redakan sakit tenggorokan. Ia juga membunuh bakteri. Radang gusi bisa diringankan. mengangkat sel kulit mati. Namun, manfaatkan secara tidak berlebihan. Konsumsi terlalu banyak justru berbahaya. Ia bisa meningkatkan tekanan darah. Risiko penyakit jantung pun meningkat.


Tahapan Produksi Garam Laut Berkualitas

Produksi garam dari air laut melibatkan proses alami penguapan dan kristalisasi yang diawali dengan pengumpulan air laut, dilanjutkan evaporasi di bawah sinar matahari hingga terbentuk kristal, lalu pengeringan, penyaringan, dan pengemasan untuk memastikan kualitasnya.

Faktor-faktor tertentu memengaruhi hasil akhir. Cuaca sangat berpengaruh. Lokasi geografis dengan salinitas tinggi penting. Kualitas air laut juga krusial. Air tercemar hasilkan garam kurang murni. Pemilihan lokasi kolam penampungan menentukan.


Inovasi Industri Garam di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu punya potensi besar yang terus dikembangkan, salah satunya melalui inovasi industri garam. Proyek ini akan dibangun di Pulau Sabira, pulau terjauh di Kepulauan Seribu. Pemilihan Pulau Sabira punya alasan kuat, mengingat mayoritas penduduknya adalah nelayan penghasil ikan asin selar. Tantangan seperti ketersediaan transportasi dan cuaca yang tak menentu membuat industri lokal sangat dibutuhkan. Proyek ini pun menjadi solusi, berkat kolaborasi dengan LIPI yang menyediakan teknologi.

kita bisa menemukan ketenangan serupa di Kepulauan Seribu. Bayangkan saja menikmati senja indah di tepi pantai, merasakan hembusan angin laut, dan meresapi keasrian alam yang masih terjaga. Pengalaman seperti itu pasti sebanding dengan nilai setiap kristal garam yang lahir dari tanah air kita.

Jadi, kalau Anda mau merasakan langsung keindahan dan ketenangan yang sesungguhnya, yuk rencanakan liburan ke Kepulauan Seribu. Nikmati pengalaman menginap di resort tepi pantai kami yang punya privasi dan pemandangan menakjubkan, yaitu di Tidung Lagoon. Di sana, setiap detik jadi kesempatan buat Anda menyatu dengan alam dan menemukan kembali kedamaian batin. Mau Tahu Lebih Dalam? Kunjungi Situs Ini lagoon.co.id