Wisata Kepulauan Seribu kembali mencatat peningkatan kunjungan saat libur panjang Imlek dan Isra Miraj 2025 hingga 2026. Lonjakan wisatawan terlihat sejak akhir Januari 2025. Momentum libur keagamaan mendorong masyarakat memanfaatkan waktu bersama keluarga. Kepulauan Seribu tetap menjadi tujuan favorit karena aksesnya dekat dari Jakarta.
Data kunjungan menunjukkan tren yang stabil dan meningkat. Pemerintah daerah mencatat pergerakan wisatawan dari berbagai dermaga utama. Aktivitas wisata bahari mendominasi selama periode tersebut. Wisata Kepulauan Seribu memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal.
Lonjakan Kunjungan Libur Januari 2025
Pada 25 Januari 2025 tercatat 2.825 wisatawan berkunjung ke wilayah Kepulauan Seribu. Periode ini bertepatan dengan Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek. Pulau Harapan menjadi lokasi dengan kunjungan tertinggi. Sebanyak 2.407 wisatawan tercatat datang pada 24 hingga 28 Januari 2025.
Selain Pulau Harapan, beberapa destinasi lain juga mengalami peningkatan kunjungan. Salah satu yang paling diminati adalah Pulau Tidung karena akses mudah dan fasilitas yang lengkap. Banyak wisatawan keluarga memilih paket home stay Pulau Tidung agar perjalanan lebih praktis selama libur panjang. Paket ini umumnya sudah mencakup penginapan, makan, dan aktivitas wisata.
Pelaku usaha lokal merasakan dampak langsung dari lonjakan ini. Warung makan, penyewaan alat snorkeling, dan jasa kapal mengalami peningkatan transaksi. Perputaran logistik antar pulau juga meningkat. Kondisi ini menunjukkan peran penting Wisata Kepulauan Seribu bagi ekonomi warga.
Peningkatan Wisatawan pada Imlek 2026
Memasuki Februari 2026, angka kunjungan kembali naik. Pada 14 hingga 16 Februari 2026 tercatat 3.524 wisatawan datang. Jumlah ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah memprediksi angka masih bisa bertambah selama masa libur.
Cuaca yang relatif bersahabat mendukung perjalanan laut. Wisatawan memanfaatkan kapal reguler dan kapal cepat. Paket wisata keluarga mendominasi pemesanan. Wisata Kepulauan Seribu tetap menjadi pilihan utama saat libur panjang.
Distribusi Wisatawan di Dermaga Utama

Pergerakan wisatawan terbagi melalui beberapa pintu masuk utama. Dermaga Muara Angke menjadi titik keberangkatan tersibuk. Pada Januari 2025 tercatat sekitar 1.860 orang berangkat dari lokasi ini. Pada Februari 2026 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 2.302 orang.
Dermaga Marina Ancol melayani kapal cepat dengan penumpang sekitar 736 hingga 747 orang. Dermaga Tanjung Pasir mencatat kisaran 153 hingga 486 orang. Dermaga Cituis menjadi jalur alternatif dengan 65 orang pada Januari 2025. Pelabuhan Kronjo turut mendukung akses menuju Pulau Harapan.
Distribusi ini menunjukkan akses menuju pulau cukup merata. Infrastruktur dermaga berperan penting dalam kelancaran arus wisatawan. Pengaturan jadwal keberangkatan membantu mengurangi penumpukan penumpang. Pengawasan dilakukan secara berkala oleh petugas lapangan.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Warga
Lonjakan kunjungan berdampak pada pendapatan masyarakat setempat. Pemilik homestay mencatat tingkat okupansi yang tinggi. Penyedia jasa transportasi laut memperoleh tambahan pemasukan. Pedagang makanan dan kebutuhan harian mengalami peningkatan penjualan.
Libur panjang dimanfaatkan warga Jakarta untuk melepas penat. Kepulauan Seribu menawarkan suasana laut yang relatif tenang. Banyak keluarga memilih menginap selama dua hingga tiga hari. Wisata Kepulauan Seribu memberi alternatif liburan tanpa perjalanan jauh.
Pengelolaan Keamanan dan Infrastruktur
Pemerintah daerah mengerahkan petugas gabungan selama masa libur. Patroli rutin dilakukan di dermaga dan lokasi wisata. Petugas membantu pengaturan arus kedatangan serta keberangkatan wisatawan. Langkah ini menjaga kondisi tetap tertib.
Pembangunan tanggul dan pemecah ombak telah diselesaikan di tiga pulau. Infrastruktur tersebut meningkatkan perlindungan wilayah pesisir. DPRD DKI Jakarta juga mengusulkan kawasan ini sebagai destinasi resmi kegiatan sekolah. Pengelolaan ini mendukung keberlanjutan Wisata Kepulauan Seribu.
Pemerintah mengimbau wisatawan mematuhi aturan keselamatan laut. Operator kapal wajib memastikan kelayakan armada. Wisatawan juga diminta menjaga kebersihan lingkungan pulau. Kerja sama antara warga dan pengunjung penting untuk menjaga stabilitas Wisata Kepulauan Seribu.

